Coffee ( KOPI ), Sejarahnya dan di Indonesia yang paling mahal..



KOPI
Sejarah dan perkembangan di Indonesia
www.coffeeday333.com/news/

..adalah minuman hasil seduhan biji kopi yang telah disangrai dan dihaluskan menjadi bubuk. Kopi merupakan salah satu komoditas di dunia yang dibudidayakan lebih dari 50 negara. Dua varietas pohon kopi yang dikenal secara umum yaitu Kopi Robusta (Coffea canephora) dan Kopi Arabika (Coffea arabica).
Pemrosesan kopi sebelum dapat diminum melalui proses panjang yaitu dari pemanenan biji kopi yang telah matang baik dengan cara mesin maupun dengan tangan kemudian dilakukan pemrosesan biji kopi dan pengeringan sebelum menjadi kopi gelondong. Proses selanjutnya yaitu penyangraian dengan tingkat derajat yang bervariasi. Setelah penyangraian biji kopi digiling atau dihaluskan menjadi bubuk kopi sebelum kopi dapat diminum.
Sejarah mencatat bahwa penemuan kopi sebagai minuman berkhasiat dan berenergi pertama kali ditemukan oleh Bangsa Etiopia di benuaAfrika sekitar 3000 tahun (1000 SM) yang lalu.Kopi kemudian terus berkembang hingga saat ini menjadi salah satu minuman paling populer di dunia yang dikonsumsi oleh berbagai kalangan masyarakat. Indonesia sendiri telah mampu memproduksi lebih dari 400 ribu ton kopi per tahunnya. Disamping rasa dan aromanya yang menarik, kopi juga dapat menurunkan risiko terkena penyakit kankerdiabetesbatu empedu, dan berbagai penyakit jantung (kardiovaskuler)

Kata kopi sendiri awalnya berasal dari bahasa Arab: قهوة‎ qahwah yang berarti kekuatan, karena pada awalnya kopi digunakan sebagai makanan berenergi tinggi. Kata qahwahkembali mengalami perubahan menjadi kahveh yang berasal dari bahasa Turki dan kemudian berubah lagi menjadi koffie dalam bahasa Belanda. Penggunaan kata koffie segera diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kata kopi yang dikenal saat ini


Sejarah

Bermula di Afrika[sunting | sunting sumber]
Era penemuan biji kopi dimulai sekitar tahun 800 SM, pendapat lain mengatakan 850 M. Pada saat itu, banyak orang di Benua Afrika, terutama bangsa Etiopia, mengonsumsi biji kopi yang dicampurkan dengan lemak hewan dan anggur untuk memenuhi kebutuhan protein dan energi tubuh. Penemuan kopi sendiri terjadi secara tidak sengaja, ketika penggembala bernama Khalid—seorang Abyssinia—mengamati kawanan kambing gembalaannya yang tetap terjaga bahkan setelah matahari terbenam, setelah memakan sejenis buah beri. Ia pun mencoba memasak dan memakannya. Kebiasaan ini kemudian terus berkembang dan menyebar ke berbagai negara di Afrika, namun metode penyajiannya masih menggunakan metode konvensional.  Barulah beberapa ratus tahun kemudian, biji kopi ini dibawa melewati Laut Merah dan tiba di Arab dengan metode penyajian yang lebih maju.

Penyebaran kopi di Arab

Bangsa Arab yang memiliki peradaban yang lebih maju daripada bangsa Afrika saat itu, tidak hanya memasak biji kopi, tetapi juga direbus untuk diambil sarinya. Pada abad ke-13, umat Muslim banyak mengonsumsi kopi sebagai minuman penambah energi saat beribadah di malam hari. Kepopuleran kopi pun turut meningkat seiring dengan penyebaran agama Islam pada saat itu hingga mencapai daerah Afrika UtaraMediterania, dan India.
Pada masa ini, belum ada budidaya tanaman kopi di luar daerah Arab karena bangsa Arab selalu mengekspor biji kopi yang infertil (tidak subur) dengan cara memasak dan mengeringkannya terlebih dahulu. Hal ini menyebabkan budidaya tanaman kopi tidak memungkinkan. Barulah pada tahun 1600-an, seorang peziarah India bernama Baba Budan berhasil membawa biji kopi fertil keluar dari Mekah dan menumbuhkannya di berbagai daerah di luar Arab.

 

Kopi mencapai pasar Eropa

Biji kopi dibawa masuk pertama kali ke Eropa secara resmi pada tahun 1615 oleh seorang saudagar Venesia. Ia mendapatkan pasokan biji kopi dari orang Turki, namun jumlah ini tidaklah mencukupi kebutuhan pasar.] Oleh kerena itu, bangsa Eropa mulai membudidayakannya. Bangsa Belanda adalah salah satu negara Eropa pertama yang berhasil membudidayakannya pada tahun 1616. Kemudian pada tahun 1690, biji kopi dibawa ke Pulau Jawa untuk dikultivasi secara besar-besaran. Pada saat itu, Indonesia masih merupakan negara jajahan Kolonial Belanda.

Mencapai ke Martinik, Perancis

Pada sekitar tahun 1714-an, Raja Perancis Louis XIV menerima sumbangan pohon kopi dari bangsa Belanda sebagai pelengkap koleksinya di Kebun Botani Royal ParisJardin des Plantes. Pada saat yang sama, serorang angkatan laut bernama Gabriel Mathieu di Clieu ingin membawa sebagian dari pohon tersebut untuk dibawa ke Martinique. Akan tetapi, hal tersebut ditolak oleh Louis XIV dan sebagai balasannya, ia memimpin sejumlah pasukan untuk menyelinap masuk ke dalam Jardin des Plantes untuk mencuri tanaman kopi.
Keberhasilan Gabriel Mathieu di Clieu membawa tanaman kopi ke Martinik merupakan suatu pencapaian yang sangat besar. Hal ini dikarenakan budidaya tanaman kopi di sana cukup baik. Hanya dalam kurun waktu 50 tahun, telah terdapat kurang lebih 18 juta pohon kopi dengan varietas yang beragam. Progeni inilah yang menjadi salah satu sumber dari kekayaan jenis kopi di dunia.

Bunga kopi untuk Brasil

Pada tahun 1727, pemerintah Brasil berinisiatif untuk menurunkan harga pasaran kopi di daerahnya, karena pada saat itu kopi masih dijual dengan harga tinggi dan hanya bisa dinikmati oleh kalangan elit. Oleh karena itu, pemerintah Brasil mengirimkan agen khusus, Letnan Kolonel Francisco de Melo Palheta, untuk menyelinap masuk ke Perancis dan membawa pulang beberapa bibit kopi. Perkebunan kopi di Perancis memiliki penjagaan yang sangat ketat sehingga hal tersebut tidak memungkinkan. Palheta pun mencari jalan lain dengan cara mendekati istri gubernur. Sebagai hasil kerja kerasnya, ia membawa pulang sebuah buket berisi banyak biji kopi yang diberikan oleh istri gubernur seusai jamuan makan malam. Dari pucuk-pucuk inilah bangsa Brasil berhasil membudidayakan kopi dalam skala yang sangat besar sehingga bisa dikonsumsi oleh semua orang.



Kopi di Indonesia
Sejak dahulu, Indonesia terkenal dengan negara agraris dengan hasil pertanian dan perkebunan yang mendunia. Negara-negara eropa mulai datang ke Indonesia karena tertarik dengan rempahnya yang beragam yang akan digunakan untuk menambah cita rasa masakan eropa yang terkenal hambar. Melihat potensi sumberdaya alam Indonesia yang melimpah dan belum terkelola dengan baik, terjadi proses kolonialisasi Indonesia oleh beberapa negara eropa selama ratusan tahun.
Pada era kolonial Belanda, pemerintah kolonial saat itu mempunyai kebijakan tanam paksa dengan membuka lahan perkebunan di hampir seluruh wilayah Indonesia untuk ditanami kopi. Kopi Arabica pun di datangkan dari Yaman dan selanjutnya kopi Robusta. Letak geografis Indonesia yang berada pada garis kathulistiwa sangat cocok untuk pertumbuhan kopi. Kopi tidak dapat tumbuh di semua negara, hanya dapat tumbuh di dataran tinggi negara-negara tropis dan sebagian negara subtropis.
Saat ini, Indonesia merupakan salah satu Negara penghasil kopi terbesar di dunia dibawah Brazil dan Kolombia dengan produksi 600 ribu Ton. Beberapa kopi khas Indonesia juga sudah dikenal dunia. Berikut 8 jenis kopi Indonesia yang mendunia.

1.     Kopi Sidikalang


Kopi ini merupakan jenis kopi Robusta dan Arabica yang banyak ditanam di dataran tinggi Sidikalang, Bukit Barisan, Sumatera Utara. Kopi ini terkenal dan mendunia karena rasa dan aroma kopinya dikatakan menyaingi kopi Brazil. Tingkat kafein yang tinggi yaitu 70-80% dan tumbuh pada area vulkanis membuat Kopi Sidikalang mempunyai cita rasa yang mempesona para pecinta kopi seluruh dunia.


2.     Kopi Gayo



Sesuai namanya, kopi ini berasal dari Dataran Tinggi Gayo, Aceh. Jenis Kopi ini merupakan kopi organik termahal di dunia. Hal ini terungkap dalam acara Specialty Coffee Association of America (SCAA) di Portland, Oregon Convention Center, Amerika Serikat pada tahun 2011 lalu. Kopi Gayo juga telah mendapat Frade Trade Certified dengan nilai Cupping Test 80. Cupping Test merupakan seni menilai kualitas kopi dengan cara menghirup aroma, menyeruput dan meneguk kopi. Starbucks Sumatera yang merupakan salah satu produk kopi Starbucks merupakan produk terlaris coffee shop tersebut.


3.     Kopi Java

Kopi ini tumbuh di Pulau Jawa. Jenis Kopi Java ini merupakan kopi Arabica. Ke-khas-an dari kopi ini yaitu mempunyai kadar asam dan tingkat kekentalan yang rendah sehingga dapat diminum oleh banyak kalangan. Kopi Java yang terkenal adalah Kopi Arang Java Jampit. Kopi ini diproses dengan cara di gosongkan dengan aroma khas ketika diseduh dengan air panas. Selain itu, kopi Java juga dijual di ritel kopi terbesar di dunia, Starbucks, dengan nama Starbucks Reserves
West Java.

4.     Kopi Toraja

Satu dari empat kopi yang begitu digemari di dunia. Kopi ini berasal dari Toraja, Sulawesi Selatan. Tingkat keasaman dan rasa pahit yang seimbang membuat kopi ini juga dijuluki “Queen of Coffee”. Amerika Serikat dan Jepang merupakan negara-negara eksportir utama kopi dari daerah timur Indonesia ini.








5.     Kopi Kintamani



Kopi yang berasal dari daerah Bangli, Pulau Bali, ini merupakan kopi jenis Arabica. Kopi yang terkenal dengan kopi organik karena proses pengolahannya yang masih tradisional ini juga merupakan salah satu bahan kopi di coffee shop terkenal, Starbucs. Dikutip dari balitribune.co.id, awal tahun 2015 ini harga biji kopi Kintamani berada pada kisaran Rp 53.000/kg. Melonjaknya harga biji kopi ini disebabkan kualitas biji kopi kintamani yang terus meningkat.



6.     Kopi Flores

Kopi Arabica dengan biji besar dan aroma coklat yang kuat ini berasal dari Flores, Nusa Tenggara Timur. Kopi ini juga menjadi salah satu kopi yang disajikan di Starbucks dengan nama Isla Flores Indonesia. Dengan tingkat kekentalan yang tinggi dan asam yang rendah membuat kopi ini digemari di Amerika Serikat.







7.     Kopi Wamena


Tumbuh di daerah lembah baliem, pegunungan jaya wijaya, Papua dengan suhu yang dingin membuat kopi ini mempunyai cita rasa pegunungan yang khas. Ditanam tanpa menggunakan pupuk kimia dan pengolahan yang masih tradisional membuat kopi ini digolongkan sebagai salah satu kopi organik terbaik.












8.     Kopi Luwak


Ini lah kopi yang paling terkenal sekaligus termahal di dunia dari Indonesia yang tidak melalui proses seperti hal nya jenis kopi lainnya.  Biji kopi ini memiliki cita rasa yang brebeda karena terlebih dulu melewati proses pencernaan dari Luwak, sejenis musang. Luwak tersebut memakan buah kopi namun biji kopinya tidak ikut dicerna. Sehingga keluar kembali dalam bentuk kotoran. Prosesnya yang unik dan langka membuat harga kopi ini melambung tinggi di pasaran dan termasuk salah satu jenis kopi premium.


Kopi terkenal akan kandungan kafeinanya yang tinggi.Kafeina sendiri merupakan senyawa hasil metabolisme sekunder golongan alkaloid dari tanaman kopi dan memiliki rasa yang pahit.Berbagai efek kesehatan dari kopi pada umumnya terkait dengan aktivitas kafeina di dalam tubuh.Peranan utama kafeina ini di dalam tubuh adalah meningkatan kerja psikomotor sehingga tubuh tetap terjaga dan memberikan efek fisiologis berupa peningkatan energi. Efeknya ini biasanya baru akan terlihat beberapa jam kemudian setelah mengonsumsi kopi.Kafeina tidak hanya dapat ditemukan pada tanaman kopi, tetapi juga terdapat pada daun teh dan biji cokelat.













coffeeday333.blogspot.com

Facebook : Coffeeday Coffeeday

Comments

  1. Replies
    1. Yes.. indonesia kaya sumber daya alam yang bermutu...

      Delete
  2. Mantap.. banyak variasi jenis kopi di Indonesia sebagai ciri khas kopi dari masing2 daerah

    ReplyDelete
  3. Keren keren...Ternyata di Indonesia banyak jenis2 kopinya......

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul.. lebih mantap dinikmati di setiap daerah masing2 sambil traveling.. :D

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog